Blog

  • Pembayaran BOP bagi mahasiswa Angkatan 2012 dan sebelumnya (pola SPP dan BOP terpisah) mulai tgl 6 – 20 September 2016.

    Mahasiswa S1 Angkatan 2012 dan sebelumnya yang akan menghapus matakuliah pada KRS Semester Gasal 2016/2017 mohon diusahakan sebelum tgl 14 September 2016 agar tidak dihitung dalam pembayaran BOP.

  • Interion Smarture, Alat Buka-Tutup Irigasi Sawah

    Interion Smarture, Alat Buka-Tutup Irigasi Sawah

    Potensi Indonesia sebagai negara agraris tidak diragukan lagi. Namun, di sisi lain masih terdapat kendala dalam upaya pengembangan produktivitas pertanian. Di sektor tanaman padi, pengembangannya masih belum maksimal karena beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yaitu pada sistem pengairan yang kurang baik.

    Sistem pengairan di Indonesia mayoritas masih menggunakan model tradisional, sehingga efektifitas distribusi air kedalam lahan persawahan masih rendah. Hal tersebut terlihat saat masa tanam tiba yaitu banyak petani berlomba-lomba mendapatkan air untuk dialirkan ke sawah mereka dengan cara apapun, seperti membuka air milik petani lainnya.

    Kondisi inilah yang membuat mahasiswa UGM dari Sekolah Vokasi yang terdiri dari Khoerul Anam (Teknologi Jaringan), Novrizal Dwi Rozaq (Teknik Elektro), Riza Nurfaisal (Elektronika dan Instrumentasi), Stefani Galuh (Elektronika dan Instrumentasi), dan Shalahudin  Al Ayub (Teknologi Informasi) merancang Interion Smarture “Integrated Distribution Water for Smart Agriculture” .

    “Alat ini dipergunakan sebagai solusi pendistribusian air sawah secara otomatis berbasis mikrokontroler dengan kombinasi teknologi IoT (Internet for Things),”tutur Anam, Rabu (1/6).

    Menurut Anam karya yang dirancang melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk melakukan buka-tutup pintu arus air dari irigasi dan sumber air yang masuk kedalam sawah atau antar sawah menggunakan motor DC. Alat ini diatur secara otomatis dengan mikrokontroler, serta tambahan sensor ketinggian air dan kelembaban tanah di setiap sisi sawah serta sumber air.

    Selain itu, sistem alat Interion Smarture ini juga dapat melakukan perintah kontrol dan monitoring jarak jauh menggunakan mobile apps. Hal tersebut memanfaatkan tren teknologi saat ini yang tengah berkembang ke arah IoT (internet for Things).

    Sumber energi yang digunakan pada alat tersebut direncanakan berasal dari panel surya yang ditempatkan di area persawahan, sehingga tidak akan bergantung terhadap kebijakan energi,”imbuhnya.

    Untuk saat ini, Interion Smarture dikembangkan dalam bentuk prototipe. Prototipe ini dibuat dengan memenuhi dan memperhatikan segala aspek, sehingga fungsi yang dihasilkan oleh prototipe akan sama dengan kondisi riil dari alat yang dibuat. Dengan hadirnya alat ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam mengatasi distribusi pengairan persawahan yang lebih baik dan efisien (Humas UGM/Tri)

  • Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 Lomba PLC

    Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 Lomba PLC

    Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Aji Resindra dan Muhamad Randi Ritvaldi, yang juga menjadi perwakilan Badan Semi Otonom FEEDBACK, berhasil meraih Juara 1 pada lomba Pemrograman Programmable Logic Control yang diadakan oleh Politeknik Negeri Jakarta pada tanggal 30 Maret – 2 April 2016. 

    Lomba tersebut merupakan rangkaian acara ETIME 2016 yang rutin diadakan setiap tahunnya. Lomba Programmable Logic Control tersebut diikuti sekiranya 60 tim dari universitas dan politeknik di seluruh Indonesia. Perlombaan terdiri dari tiga babak yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Dalam setiap babak setiap tim diharuskan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dewan juri dengan cara membuat suatu program ladder. 

    Pada babak penyisihan, setiap kelompok diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan mengenai mesin pencuci mobil otomatis. Pada babak semifinal setiap kelompok diharuskan untuk membuat suatu program yang mampu mengatur beban yang digunakan berdasarkan jumlah daya yang tersedia dan prioritas beban. Pada babak final, persoalan yang dihadapi masih sama seperti pada babak semifinal namun dengan prioritas beban yang berbeda. Tantangan lebih dari babak final ini, selain membuat program ladder, setiap tim juga harus membuat program untuk Human Machine Interface (HMI). Selain itu kedua program yang sudah dibuat tadi akan dijalankan pada sebuah PLC yang sudah disediakan untuk diujicoba langsung di hadapan dewan juri. Kedua mahasiswa yang menjadi perwakilan DTETI tersebut mampu melakukan semua tahapan lomba dengan baik hingga akhirnya meraih juara 1 dalam kontes ini.

    Harapannya, mahasiswa DTETI UGM terus mengembangkan semangat berkreasi dan berkompetensi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di sektor akademik maupun non akademik. 

  • Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Islamic Apps Contest

    Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Islamic Apps Contest

    Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di Islamic Apps Contest dengan meraih Juara 2. Kompetisi tersebut diselenggarakan pada 25-27 Maret 2016, di Universitas Brawijaya.

    Lomba Islamic ICT Apps merupakan wadah mahasiswa untuk berkreasi membuat inovasi untuk memajukan peradaban islam, maka diusunglah tema Kemajuan Teknologi Informasi untuk Peradaban Islam. Final perlombaan ini dimeriahkan oleh 18 finalis dari berbagai universitas di Indonesia. Tim Teknologi Informasi DTETI FT UGM yang diwakili oleh Dwi Aji Kurniawan, Nurrahmat Pradeska, dan Rafika Amini berhasil mendapatkan juara II dengan karya Chimory, sebuah aplikasi permainan yang diperuntukkan bagi anak dan remaja sebagai sarana pembelajaran angka dan huruf hijaiyah.

    Harapannya, aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa DTETI FT UGM dapat memberi manfaat besar bagi penggunanya. Kami pun berharap, mahasiswa lain juga terpacu mengembangkan aplikasi yang bermanfaat sekaligus meraih berbagai penghargaan.

     

  • Mahasiswa DTETI Tampil sebagai Jawara Lomba Inovasi Bulan K3

    Mahasiswa DTETI Tampil sebagai Jawara Lomba Inovasi Bulan K3

    Mahasiswa UGM berhasil memenangkan Lomba Inovasi Bulan K3 Pertamina RU IV Cilacap pada 25 Februari 2016 lalu. Tim Peneliti Joss dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik  (DTETI FT) UGM meraih juara 1 kategori mahasiswa dengan mengajukan model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami.

    Lomba Inovasi Bulan K3 diselenggarakan oleh Pertamina RU IV Cilacap dan diikuti 50 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Tim UGM yang terdiri dari Muhammad Hasan Habib, Handika Putra, dan Irfan Joyokusumo dari DTETI FT berhasil menyisihkan 24 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Airlangga.

    Ketua Tim Joss UGM, M. Hasan Habib, mengatakan dalam kategori mahasiswa lomba kali ini diikuti sebanyak 25 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, dipilih delapan besar yang dinyatakan lolos untuk presentasi dalam babak final di Cilacap.

    “Saat final kami mempresentasikan dan melakukan demo model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami (Wi-LLC). Alhamdulillah dinyatakan sebagai yang terbaik,” tuturnya, Rabu (2/3) di DTETI FT UGM.

    Model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami yang dikembangkan Tim Peneliti Joss UGM ini dinamai Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC). Program ini dikembangkan untuk mengurangi konsumsi energi listrik dengan memanfaatkan cahaya alami.

    “Sekitar 9-20 persen konsumsi energi di Indonesia belum optimal terutama di sektor pencahayaan. Hal itu mendorong kami untuk mencari solusi atas persoalan tersebut,” jelas Habib.

    Setelah itu, mereka kemudian berupaya memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari untuk mereduksi penggunaan energi listrik. Dengan Wi-LLC ini nantinya satuan tingkat pencahayaan (luxs) pada lampu konvensional dapat direduksi oleh tambahan luxs cahaya alami.

    “Memanfaatkan cahaya alami untuk mengurangi pemakaian energi listrik. Model seperti ini yang tengah kami kembangkan,” imbuh Handika Putra.

    Handika menjelaskan Wi-LLC tersusun dari tiga komponen utama. Komponen tersebut adalah lampu LED, main controller, dan sensor cahaya wireless. Alat akan bekerja saat cahaya alami masuk ke dalam ruangan sehingga sensor akan menangkap rangsang cahaya tersebut. Selanjutnya, sensor akan mengirimkan data pada main controller secara wireless. Kemudian main controller akan mengidentifikasi kuantitas cahaya alami yang diterima oleh sensor. Setelah itu, akan diolah dalam main controller. Hasilnya akan digunakan untuk mengendalikan lampu agar luxs yang dikeluarkan lampu berkurang sebesar luxs cahaya alami yang masuk.

    “Misal ada cahaya alami masuk ruangan sebesar 20 persen, maka jumlah tersebut akan berkontribusi mengurangi kerja lampu hingga 20 persen. Jadi, kerja lampu hanya 80 persen saja,” paparnya.

    Model Wi-LLC ini telah dilirik oleh Pertamina RU IV Cilacap. Oleh karena itu, Habib dan kawan-kawan terus melakukan riset untuk mewujudkan produk Wi-LLC yang teruji secara laboratorium dan juga berlisensi.

    “Saat ini kami fokus riset untuk menjadikan produk ini. Harapannya bisa jadi tahun ini juga,” tambah Irfan Joyokusumo.

    Irfan mengatakan kedepan mereka akan menambahkan beberapa grup lampu terkendali dalam alat ini. Selain itu, juga akan meningkatkan kehandalan sensor cahaya wireless.

    “Nantinya kami juga akan tambahkan fasilitas penyimpan data yang membantu pengguna memantau perkembangan energi yang bisa direduksi,”ujarnya. (Humas UGM/Ika)

  • Tim Mahasiswa DTETI Borong 3 Gelar di Gemastik 2015

    Tim Mahasiswa DTETI Borong 3 Gelar di Gemastik 2015

    Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas TEknik UGM (DTETI FT UGM) kembali menuai prestasi di kancah nasional pada ajang Gemastik 2015. Kompetisi dengan tuan rumah Universitas Gadjah Mada ini telah diselenggarakan pada tanggal 26-28 Oktober 2015. Selamat kepada teman-teman DTETI yang telah meraih gelar juara, diantaranya:

    #‎Juara‬ 1 Kategori Pengembangan Bisnis TIK, Tim Ace Culture Indonesia
    1. Andreas Gandhi(TI 12)
    2. Sasmita Dewi Winahyu(TI 13)

    #Juara 2 Kategori Pengembangan Bisnis TIK, Tim Classionary
    1. Brian Yudhalaksana (TI 13)
    2. Azka Aditya (TI 13)

    #Juara 3 Piranti Cerdas, Tim AgroIndo
    1. Andreas Gandhi (TI 12)
    2. Rendy Yusuf Azhari(TI 11)
    3. Hamdan Prakoso(TI12)

    Selamat kepada mahasiswa DTETI yang kembali meraih prestasi membanggakan. Semoga di tahun mendatang dapat meraih gelar yang lebih banyak lagi.

  • Mahasiswa DTETI Sumbang Prestasi Juara 3 di Internasional Robot Contest Korea

    Mahasiswa DTETI Sumbang Prestasi Juara 3 di Internasional Robot Contest Korea

    Tim robot UGM berhasil meraih juara 3 kontes robot internasional (International Robot Contest) kategori curling yang diselenggarakan di KINTEX, Korea Selatan, Minggu (1/11). Kontes robot ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi (Ministry of Trade, Industry and Energy), KIRIA (Korea Institute for Robot Industry Advancement), dan SNUST (Seoul National University of Science and Technology). Kompetisi ini diadakan Minggu (1/11) dan diikuti oleh berbagai negara, seperti Jepang, Korea, Indonesia dan Hong Kong.

    Pada kompetisi ini tim robot UGM diwakili oleh 6 orang mahasiswa dan 1 dosen pembimbing. Para mahasiswa bertanding sebagai perwakilan dari Indonesia. Mereka adalah Iman Agus Faisal, Imaduddin A Majid (mahasiswa Departamen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi), Azis Fajar Riyadi, Rendy Arminda Putra (mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri), Ja’far Shodiq Yusuf Bachtiar, Fauzi Nur Iswahyudi (mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika) dan Fahmizal (dosen Diploma Teknik Elektro) selaku dosen pembimbing.

    “Tim Indonesia membawa robot humanoid yang berbentuk seperti manusia,” papar Faisal, salah satu anggota tim, Selasa (3/11).

    Faisal menuturkan dalam kompetisi ini terdapat 4 kategori yang dipertandingkan. Keempat kategori tersebut adalah fight-Royal Rumble Match, Fight, curling , dan Survival marathon. Pada setiap kategori robot-robot yang bertanding mendapatkan misi untuk melakukan gerakan-gerakan, seperti menendang, berlari, memukul lawan, dan gerakan lainnya agar dapat memenangkan pertandingan. Pada kategori curling robot harus diprogram sehingga dapat dikendalikan untuk menendang sebuah objek ke titik tujuan.

    “Semua tim bertanding dengan penuh semangat dan mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan usaha dan persiapan yang telah dilakukan,” imbuhnya.

    Sementara itu Fahmizal, selaku dosen pembimbing, menambahkan tim robot UGM sangat beruntung karena berhasil mendapatkan juara ketiga pada kategori curling. Tim Indonesia berhasil menjadi juara setelah memenangkan pertandingan perebutan juara ketiga melawan tim Jepang.

    “Hasil ini patut disyukuri sekaligus menjadi evaluasi bagi kinerja tim selanjutnya.Ke depan semoga bisa menjadi pemicu tim robot UGM agar bisa meraih hasil optimal di setiap kompetisi,” tegas Fahmizal (Humas UGM)

  • Mahasiswa DTETI Raih Juara Hackaton Indosat 2015 Lewat Aplikasi

    Mahasiswa DTETI Raih Juara Hackaton Indosat 2015 Lewat Aplikasi

    Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali meraih prestasi di Hackaton Indosat IWIC 2015 berkat Aplikasi Temu Jasa yang dikembangkan oleh Hardian Prakasa (TI 2011) dan Reza Adipratama yang berhasil memenangkan kompetisi yang digelar dari Jumat (9/10/2015) hingga Sabtu (10/10/2015) di Jakarta.Aplikasi tersebut dianggap oleh dewan juri Hackathon IWIC 2015 memiliki konsep yang baik untuk pengguna dan industri, selain juga memiliki nilai bisnis yang menjanjikan.Temu Jasa adalah aplikasi yang menghubungkan antara pencari dan penyedia jasa rumah tangga sehari-hari.

    Dikutip dari kompas.com, Hardian mengatakan, “Jasa yang ditawarkan bermacam-macam, seperti service AC (air conditioner), renovasi rumah, bersih-bersih rumah, sampai sedot WC juga ada,”ujar Hardian saat dijumpai seusai acara pengumuman Hackathon.Di halaman aplikasi, pengguna bisa mencari jasa yang disediakan, lalu memilihnya berdasar rating, harga, lokasi, dan sebagainya.Temu Jasa dikembangkan di tiga ekosistem populer saat ini, yaitu Android, iOS, dan Windows Phone.Aplikasi tersebut dibuat oleh keduanya karena melihat selama ini penawaran jasa yang dilakukan di website e-commerce masih mengharuskan pengguna untuk menghubungi mereka secara terpisah.

    Harapannya, aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa DTETI FT UGM dapat memberi manfaat besar bagi penggunanya. Kami pun berharap, mahasiswa lain juga terpacu mengembangkan aplikasi yang bermanfaat sekaligus meraih berbagai penghargaan.