Category: Prestasi Mahasiswa

  • Tim “LJ” DTETI FT UGM Meraih Juara Pertama Dalam Acara Hackathon Arkavida 2018 di ITB

    Tim “LJ” DTETI FT UGM Meraih Juara Pertama Dalam Acara Hackathon Arkavida 2018 di ITB

    Persiapan selama berbulan-bulan akhirnya berbuah hasil. Tim LJ yang digawangi oleh Axellageraldinc Adryamarthanino (TI 2015), Farras Aulia Muhammad (TI 2015), Raufi Mussadiq (TI 2015) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Hackathon Arkavidia Informatics & IT Festival 4.0 yang diselenggarakan  di Institut Teknologi Bandung pada tanggal 9 sampai 10 Februari 2018 silam. Arkavidia Informatics & IT Festival merupakan serangkaian acara IT skala nasional yang selalu mengangkat topik atau isu mengenai perkembangan IT terkini dan dengan harapan dapat memberikan dampak yang positif untuk Indonesia.

    Acara ini diselenggarakan untuk mahasiswa seluruh Indonesia oleh Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, serta Himpunan Mahasiswa Informatika ITB. Acara Arkavidia ini memiliki berbagai cabang lomba yakni: Technovation, Hackavidia, Programming Contest, dan Capture the Flag. Selain itu juga diselenggarakan Expo dan Seminar. Aplikasi yang dikembangkan oleh Tim LJ adalah sebuah keyboard yang dapat membantu para pemilik online shop dalam menerima order dengan fitur-fitur seperti template chat dan check ongkir tanpa harus ke situs kurir.

    Untuk menjadi finalis dalam kompetisi ini Tim LJ harus terlebih dahulu mengumpulkan proposal hingga akhirnya lolos seleksi untuk menjalani Hackathon. Tiap tim diberi waktu 24 jam untuk mengembangkan aplikasi sesuai dengan proposal yang sudah lolos seleksi. Setelah itu tiap tim diberi waktu untuk mempresentasikan aplikasi yang sudah dikembangkan. Pemenang dari Hackathon ini berturut-turut adalah Tim LJ dari Universitas Gadjah Mada, Tim dari Universitas Padjadjaran, dan CPDahuluHackathonKemudian dari Universitas Binus.

  • Universitas Gajah Mada memenangkan ajang lomba Industri Kreatif 2017

    Universitas Gajah Mada memenangkan ajang lomba Industri Kreatif 2017

    Bidang industri kreatif saat ini khususnya di Indonesia merupakan industri yang sedang mengalami perkembangan dengan pesat. Industri kreatif merupakan Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengadakan Engineering week Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Nasional dalam menumbuhkan ide-ide baru dari mahasiswa untuk ikut serta dalam pembangunan nasional melalui industri kreatif serta mengembangkan potensi intelektual dan pola pikir yang kritis terhadap situasi dan permasalahan yang ada.

    Kompetisi ini diikuti oleh berbagai universitas di Indonesia dengan membuat karya tulis ilmiah yang selanjutnya memasuki tahap final untuk mempresentasikan gagasannya di depan dewan juri. Moh. Nur Fauzan (Teknik Elektro), Syahirul Alim Ritonga (Teknik Mesin), M. Aisya Fatima Sampurno (Teknik mesin), dan di bawah bimbingan langsung oleh Dr.Eng. Herianto S.T.,M.Eng., mewakili Universitas Gadjah Mada dalam ajang kompetisi ini. Presentasi dilakukan pada tanggal 12 Mei 2017 di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

    Fauzan dan tim mengusung inovasi untuk membuat 3d Tector sebuah teknologi yang dapat mendeteksi putus dan tersumbatnya filamen fiber pada saat proses cetak berlangsung dimana hal ini merupaakan permasalahan inti 3d printing di Indonesia.

    Sistem kerjanya yakni dengan mendeteksi keberlanjutan penambahan filamen bahan baku 3D printer. Bila kerusakan terdeteksi maka sistem otomatis mesin akan berhenti dan memberikan sinyal peringatan kepada operator berupa SMS atau telepon. Hal ini akan menghindarkan produsen dari kesalahan produksi akibat filamen terputus dan meningkatkan efisiensi waktu produktivitas.

    Pada hari yang sama, tanggal 12 Mei 2017 dilakukan penutupan diikuti pengumuman pemenang lomba. Universitas Gadjah Mada menerima hasil yang cukup memuaskan, Syahirul dan tim berhasil memperoleh Juara 1 pada ajang lomba ini.

    Tidak hanya memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan potensinya dalam penulisan karya ilmiah (konseptual) maupun kreatifitasnya (konseptual dan aktualitas/produk yang diwujudkan sesuai konsep. Ajang ini juga mernotivasi mahasiswa agar mampu menyampaikan aspirasi dan pendapat mereka tentang isu-isu strategis dibidang industri kreatif.

    (disalin dari: http://ft.ugm.ac.id/universitas-gajah-mada-memenangkan-ajang-lomba-industri-kreatif/)

  • Prestasi Mahasiswa DTETI di ajang ARTechno 2017

    Prestasi Mahasiswa DTETI di ajang ARTechno 2017

    Artechno merupakan salah satu ajang kompetisi tahunan dibidang computer science dan information technology yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara yang merupakan salah satu program kemahasiswaan wakil rektor 1 USU di bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian. Pada tahun ini Artechno diselenggarakan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan meningkatkan skala kompetisi bertaraf nasional. Artechno 2017 diselenggarakan selama 3 hari berturut turut dimulai dari tanggal 10 -12 Oktober 2017.

    Kompetisi yang diselenggarakan yaitu kompetisi Programming, UX Design, Bisnis TIK serta Software Development. Peserta yang ikut kompetisi Artechno berjumlah sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yaitu STMIK Mikroskill, Universitas Potensi Utama, Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi Del, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Lampung, Universitas Tanjungpura Kalimantan, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Caltex Riau, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, STIKI Malang, Universitas Syiah Kuala, Politeknik Negeri Medan, STMIK Time, Universitas Diponegoro, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Universitas Brawijaya, Universitas Telkom Bandung, STMIK Budidarma Medan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor.

    Pada ARTechno tahun ini tim UGM yaitu tim IF Society (Fauzi Atsalatsa (TI 14), Dewa Ayu Putu Nadya H (TI 14), Muhammad Adib Yusrul Muna (TI 14)) membuat sebuah aplikasi yaitu Amata. Amata adalah konsep re-design untuk informasi akademik kampus dengan memberikan fitur kegiatan akademik yaitu notifikasi seputar jadwal kelas, kehadiran dosen, portal integrated FO Online dan Live Queue, pegumuman kegiatan akademik, dan push notification based on preference. Selain itu, Amata juga memberikan kemudahan dengan memberikan fitur fasilitas kampus meliputi lahan parkir, Wifi Locations, perpustakaan, transportasi kampus, dan laboratorium.

    Pada ARTechno 2017 ini tim UGM berhasil mendapatkan juara 1 pada bidang UX Design. Selamat!

  • Juara III di ajang BCA Tech Day

    Juara III di ajang BCA Tech Day

    BCA Tech Day terdiri dari 3 rangkaian acara yakni Tech Land, Tech Vation, dan Tech Talk. Melalui kegiatan Tech Land, mahasiswa dapat menambah wawasan mengenai inovasi teknologi, khususnya di bidang perbankan. Selanjutnya, mahasiswa ditantang untuk berkompetisi mendesain ide atau gagasan seputar mobile application dalam ajang Tech Vation. Pada kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2016 tersebut delegasi mahasiswa DTETI berhasil meraih juara III dalam ajang Tech Vation.

  • GADJAH MADA AEROSPACE TEAM KEMBALI BERPRESTASI DALAM KOMBAT-KOMURINDO 2016

    GADJAH MADA AEROSPACE TEAM KEMBALI BERPRESTASI DALAM KOMBAT-KOMURINDO 2016

    UGM kembali menorehkan prestasi melalui tim Gadjah Mada Aerospace Team (GMAT) yang telah mengikuti Kompetisi Muatan Roket Indonesia dan Roket Indonesia (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang berlangsung pada 24 – 27 Agustus 2016 di Lanud TNI AU, Pameungpeuk, Garut Jawa Barat. Komurindo-Kombat merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

    Tim GMAT berhasil menjuarai di ketiga kategori yang dilombakan. Di kategori muatan roket memperoleh penghargaan sebagai best idea, di kategori roket EDF (Electric Ducted Fan) memperolah penghargaan sebagai Juara 4 dan di kategori muatan balon atmosfer memperoleh penghargaan sebagai best design.

    Berikut adalah Tim dari DTETI yang berpartisipasi dalam ajang Kombat-Komurindo 2016:

    1. Juara Ide Terbaik Kategori Muatan Roket:
    – Luthfan Nur Ubai (TI13)
    – Edo Probolaksana A. (TE 13)
    – Agung Fathurrahman (TE 14)
    – Muhammad Iqbal Ardiansyah (TI 14)
    – Agung Safrullah (TE 14)
    – Zhafira Putri Hutami (TI 14)
    2. Juara 4 Kategori Roket Electric Ducted Fan:
    – Fahdy Nashatya (TE 13)
    – M. Farhan Tandia (TE 14)
    – Yonif Fafan I (TI 14)
    – Shoddiq Jati P. (TI 13)
    – Naufal I. Nasiri (TE 13)
    – Dean Aldibra (TE 14)
    3. Juara Desain Terbaik Kategori Muatan Balon Atmosfer:
    – Luqman HA (TE 13)
    – Meizar Raka (TI 14)
    – Aria Rangga S. (TE 14)
    – Rino Budi S. (TI 14)
    – Faisal Hadi K. (TE 14)
    – Hermawan Maulana (TE 13)
    – Jonathan Darmawan (TE 13)
  • Hermawan Hidayat ikuti program Hwawei seeds for the future

    Hermawan Hidayat ikuti program Hwawei seeds for the future

    Tanggal 8 hingga 22 Oktober 2016 Hermawan Hidayat salah satu mahasiswa DTETI FT UGM bersama 14 mahasiswa terbaik dari 11 Universitas terkemuka lainnya mengikuti program CSR global Huawei Seeds for the Future di Beijing dan Shenzhen, Tiongkok. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang berkecimpung di sektor TIK agar dapat belajar dan mendapatkan pengalaman bekerja di kantor pusat Huawei di Tiongkok, serta serta mengenal budaya Tiongkok dan pengalaman bekerja antar budaya dalam suasana bisnis global.

    Dalam program Seeds for the Future, para peserta mengikuti beragam aktivitas yang terbagi menjadi dua tahap kegiatan. Di tahap pertama, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempelajari budaya Tiongkok, termasuk mengikuti pelatihan dasar Bahasa Mandarin, kaligrafi, melukis, serta sesi pertukaran ide dengan murid lokal.

    Kemudian pada tahap kedua, para mahasiswa mengikuti pelatihan mengenai inovasi teknologi terbaru di Kantor Pusat Huawei. Tidak hanya itu saja, mereka juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi pabrik Huawei dan melihat secara langsung proses produksi perangkat terbaru melalui kegiatan di demo room milik Huawei.

    Sumber: http://telko.id/7830/

  • Interion Smarture, Alat Buka-Tutup Irigasi Sawah

    Interion Smarture, Alat Buka-Tutup Irigasi Sawah

    Potensi Indonesia sebagai negara agraris tidak diragukan lagi. Namun, di sisi lain masih terdapat kendala dalam upaya pengembangan produktivitas pertanian. Di sektor tanaman padi, pengembangannya masih belum maksimal karena beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut yaitu pada sistem pengairan yang kurang baik.

    Sistem pengairan di Indonesia mayoritas masih menggunakan model tradisional, sehingga efektifitas distribusi air kedalam lahan persawahan masih rendah. Hal tersebut terlihat saat masa tanam tiba yaitu banyak petani berlomba-lomba mendapatkan air untuk dialirkan ke sawah mereka dengan cara apapun, seperti membuka air milik petani lainnya.

    Kondisi inilah yang membuat mahasiswa UGM dari Sekolah Vokasi yang terdiri dari Khoerul Anam (Teknologi Jaringan), Novrizal Dwi Rozaq (Teknik Elektro), Riza Nurfaisal (Elektronika dan Instrumentasi), Stefani Galuh (Elektronika dan Instrumentasi), dan Shalahudin  Al Ayub (Teknologi Informasi) merancang Interion Smarture “Integrated Distribution Water for Smart Agriculture” .

    “Alat ini dipergunakan sebagai solusi pendistribusian air sawah secara otomatis berbasis mikrokontroler dengan kombinasi teknologi IoT (Internet for Things),”tutur Anam, Rabu (1/6).

    Menurut Anam karya yang dirancang melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk melakukan buka-tutup pintu arus air dari irigasi dan sumber air yang masuk kedalam sawah atau antar sawah menggunakan motor DC. Alat ini diatur secara otomatis dengan mikrokontroler, serta tambahan sensor ketinggian air dan kelembaban tanah di setiap sisi sawah serta sumber air.

    Selain itu, sistem alat Interion Smarture ini juga dapat melakukan perintah kontrol dan monitoring jarak jauh menggunakan mobile apps. Hal tersebut memanfaatkan tren teknologi saat ini yang tengah berkembang ke arah IoT (internet for Things).

    Sumber energi yang digunakan pada alat tersebut direncanakan berasal dari panel surya yang ditempatkan di area persawahan, sehingga tidak akan bergantung terhadap kebijakan energi,”imbuhnya.

    Untuk saat ini, Interion Smarture dikembangkan dalam bentuk prototipe. Prototipe ini dibuat dengan memenuhi dan memperhatikan segala aspek, sehingga fungsi yang dihasilkan oleh prototipe akan sama dengan kondisi riil dari alat yang dibuat. Dengan hadirnya alat ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam mengatasi distribusi pengairan persawahan yang lebih baik dan efisien (Humas UGM/Tri)

  • Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 Lomba PLC

    Mahasiswa DTETI Raih Juara 1 Lomba PLC

    Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Aji Resindra dan Muhamad Randi Ritvaldi, yang juga menjadi perwakilan Badan Semi Otonom FEEDBACK, berhasil meraih Juara 1 pada lomba Pemrograman Programmable Logic Control yang diadakan oleh Politeknik Negeri Jakarta pada tanggal 30 Maret – 2 April 2016. 

    Lomba tersebut merupakan rangkaian acara ETIME 2016 yang rutin diadakan setiap tahunnya. Lomba Programmable Logic Control tersebut diikuti sekiranya 60 tim dari universitas dan politeknik di seluruh Indonesia. Perlombaan terdiri dari tiga babak yaitu babak penyisihan, babak semifinal, dan babak final. Dalam setiap babak setiap tim diharuskan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan oleh dewan juri dengan cara membuat suatu program ladder. 

    Pada babak penyisihan, setiap kelompok diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan mengenai mesin pencuci mobil otomatis. Pada babak semifinal setiap kelompok diharuskan untuk membuat suatu program yang mampu mengatur beban yang digunakan berdasarkan jumlah daya yang tersedia dan prioritas beban. Pada babak final, persoalan yang dihadapi masih sama seperti pada babak semifinal namun dengan prioritas beban yang berbeda. Tantangan lebih dari babak final ini, selain membuat program ladder, setiap tim juga harus membuat program untuk Human Machine Interface (HMI). Selain itu kedua program yang sudah dibuat tadi akan dijalankan pada sebuah PLC yang sudah disediakan untuk diujicoba langsung di hadapan dewan juri. Kedua mahasiswa yang menjadi perwakilan DTETI tersebut mampu melakukan semua tahapan lomba dengan baik hingga akhirnya meraih juara 1 dalam kontes ini.

    Harapannya, mahasiswa DTETI UGM terus mengembangkan semangat berkreasi dan berkompetensi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di sektor akademik maupun non akademik. 

  • Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Islamic Apps Contest

    Mahasiswa DTETI Raih Juara 2 Islamic Apps Contest

    Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTETI FT UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di Islamic Apps Contest dengan meraih Juara 2. Kompetisi tersebut diselenggarakan pada 25-27 Maret 2016, di Universitas Brawijaya.

    Lomba Islamic ICT Apps merupakan wadah mahasiswa untuk berkreasi membuat inovasi untuk memajukan peradaban islam, maka diusunglah tema Kemajuan Teknologi Informasi untuk Peradaban Islam. Final perlombaan ini dimeriahkan oleh 18 finalis dari berbagai universitas di Indonesia. Tim Teknologi Informasi DTETI FT UGM yang diwakili oleh Dwi Aji Kurniawan, Nurrahmat Pradeska, dan Rafika Amini berhasil mendapatkan juara II dengan karya Chimory, sebuah aplikasi permainan yang diperuntukkan bagi anak dan remaja sebagai sarana pembelajaran angka dan huruf hijaiyah.

    Harapannya, aplikasi yang dikembangkan oleh mahasiswa DTETI FT UGM dapat memberi manfaat besar bagi penggunanya. Kami pun berharap, mahasiswa lain juga terpacu mengembangkan aplikasi yang bermanfaat sekaligus meraih berbagai penghargaan.

     

  • Mahasiswa DTETI Tampil sebagai Jawara Lomba Inovasi Bulan K3

    Mahasiswa DTETI Tampil sebagai Jawara Lomba Inovasi Bulan K3

    Mahasiswa UGM berhasil memenangkan Lomba Inovasi Bulan K3 Pertamina RU IV Cilacap pada 25 Februari 2016 lalu. Tim Peneliti Joss dari Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik  (DTETI FT) UGM meraih juara 1 kategori mahasiswa dengan mengajukan model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami.

    Lomba Inovasi Bulan K3 diselenggarakan oleh Pertamina RU IV Cilacap dan diikuti 50 peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Tim UGM yang terdiri dari Muhammad Hasan Habib, Handika Putra, dan Irfan Joyokusumo dari DTETI FT berhasil menyisihkan 24 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi tersebut diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Jendral Soedirman, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Airlangga.

    Ketua Tim Joss UGM, M. Hasan Habib, mengatakan dalam kategori mahasiswa lomba kali ini diikuti sebanyak 25 tim dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Selanjutnya, dipilih delapan besar yang dinyatakan lolos untuk presentasi dalam babak final di Cilacap.

    “Saat final kami mempresentasikan dan melakukan demo model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami (Wi-LLC). Alhamdulillah dinyatakan sebagai yang terbaik,” tuturnya, Rabu (2/3) di DTETI FT UGM.

    Model pengaturan intensitas cahaya lampu otomatis berbasis sensor cahaya alami yang dikembangkan Tim Peneliti Joss UGM ini dinamai Wireless Light Luxs Controller (Wi-LLC). Program ini dikembangkan untuk mengurangi konsumsi energi listrik dengan memanfaatkan cahaya alami.

    “Sekitar 9-20 persen konsumsi energi di Indonesia belum optimal terutama di sektor pencahayaan. Hal itu mendorong kami untuk mencari solusi atas persoalan tersebut,” jelas Habib.

    Setelah itu, mereka kemudian berupaya memanfaatkan cahaya alami dari sinar matahari untuk mereduksi penggunaan energi listrik. Dengan Wi-LLC ini nantinya satuan tingkat pencahayaan (luxs) pada lampu konvensional dapat direduksi oleh tambahan luxs cahaya alami.

    “Memanfaatkan cahaya alami untuk mengurangi pemakaian energi listrik. Model seperti ini yang tengah kami kembangkan,” imbuh Handika Putra.

    Handika menjelaskan Wi-LLC tersusun dari tiga komponen utama. Komponen tersebut adalah lampu LED, main controller, dan sensor cahaya wireless. Alat akan bekerja saat cahaya alami masuk ke dalam ruangan sehingga sensor akan menangkap rangsang cahaya tersebut. Selanjutnya, sensor akan mengirimkan data pada main controller secara wireless. Kemudian main controller akan mengidentifikasi kuantitas cahaya alami yang diterima oleh sensor. Setelah itu, akan diolah dalam main controller. Hasilnya akan digunakan untuk mengendalikan lampu agar luxs yang dikeluarkan lampu berkurang sebesar luxs cahaya alami yang masuk.

    “Misal ada cahaya alami masuk ruangan sebesar 20 persen, maka jumlah tersebut akan berkontribusi mengurangi kerja lampu hingga 20 persen. Jadi, kerja lampu hanya 80 persen saja,” paparnya.

    Model Wi-LLC ini telah dilirik oleh Pertamina RU IV Cilacap. Oleh karena itu, Habib dan kawan-kawan terus melakukan riset untuk mewujudkan produk Wi-LLC yang teruji secara laboratorium dan juga berlisensi.

    “Saat ini kami fokus riset untuk menjadikan produk ini. Harapannya bisa jadi tahun ini juga,” tambah Irfan Joyokusumo.

    Irfan mengatakan kedepan mereka akan menambahkan beberapa grup lampu terkendali dalam alat ini. Selain itu, juga akan meningkatkan kehandalan sensor cahaya wireless.

    “Nantinya kami juga akan tambahkan fasilitas penyimpan data yang membantu pengguna memantau perkembangan energi yang bisa direduksi,”ujarnya. (Humas UGM/Ika)